TEKNIK OPENING CERPEN YANG MENARIK
Oleh: Ujang Kasarung
1. Membuat opening cerpen dengan dialog
Contoh:
"Ver!"
"Ya?"
"Masih ingat peristiwa dulu di sini?"
"Tentu."
Keduanya berdiri di atas batu datar di atas bukit yang dinaungi sepohon tanjung. Ya, pohon tanjung, dan batu yang sama waktu itu. Di ujung jalan setapak dulu ada kedai kopi, sekarang sudah jadi warung permanen dengan lantai semen.
....
2. Membuka opening cerpen dengan quotes
Contoh:
"Jadilah diri sendiri, karena semua peran sudah terisi."
Itulah kalimat yang terngiang dari Bang Jabor di suatu subuh saat mengantarku di pelabuhan ini. Dia begitu perhatian pada bakatku sehingga dia begitu semangat melatih kemampuanku yang katanya tidak semua muridnya memiliki talenta sepertiku. Bang Jabor juga yang mendorong agar aku merantau ke daerah seberang
.....
3. Menceritakan karakter tokoh dan latar cerita
Contoh:
Uradih biasa dipanggil Bang Logak. Entah bagaimana asal muasalnya lelaki gempal dengan tato wajah macan sebesar tatakan di dada kirinya itu dipanggil Logak. Dia tidak banyak bicara. Jika ingin menemuinya, kita bisa datang ke Terminal Cibolenang. Di sudut kiri ada kios rokok Ceu Esih. Nah di belakang kios itu ada sofa bekas yang sudah jebol. Di situlah dia duduk dengan se-mug kopi pahit, ya, koptagul, dan dua bungkus sigaret. Matanya awas menyaksikan hiruk pikuk di terminal itu.
.....
4. Membuka cerpen dengan pertanyaan
Contoh:
Masih ingatkah peristiwa Sengkon Karta dulu? Ya ... Dua tokoh petani yang menghebohkan negeri ini pada tahun 1970-an. Sengkon dan Karta adalah dua petani miskin yang dituduh melakukan perampokan dan pembunuhan di Desa Bojongsari, Bekasi, Jawa Barat pada tahun 1974. Keduanya terbukti tidak bersalah dan dibebaskan pada tahun 1980.
.....
5. Membuat opening cerpen dengan pengalaman pribadi.
Contoh:
Sekitar tahun 2009, saya bertugas di kilang minyak milik Pertamina di Kalimantan Barat. Alhamdulillah. Waktu itu saya ditugaskan di kantor manajer di Pontianak. Waktu itu usia belum genap 29 tahun, menikah dua tahun yang lalu. Namun saya belum diberi momongan. Istri untuk saat ini tinggal di kampung halaman di Padang Panjang. Saat itu kupikir tidak akan terlalu lama tugas di Kalimantan Barat. Di kantor saya ada seorang staf yang sudah menjelang pensiun, Pak Zain namanya. Beliau punya anak gadis lulusan Universitas Negeri Ketapang. Singkat cerita saya diundang ke rumah beliau pada acara walimatusafar beliau dan istri.
.....
6. Membuka cerpen dengan suara atau bunyi-bunyian
Contoh:
Brak!
Pintu triplek itu langsung lepas dari engselnya.
Jleb!
Sebilah pisau belati tertancap tepat pada leher sisi kiri Kopral Adang! Sesaat kemudian Adang mengerang, disusul rentetan tembakan dari Thomson yang dipegangnya. Pelornya berhamburan menembus langit-langit dan genteng. Adang roboh, suara ngorok terdengar bersamaan dengan darah mengalir dari mulutnya. Matanya membelalak. Sekarat. Lalu diam. Dari bolong bekas pelor di langit-langit menetes darah. Terdengar rintihan dan jeritan. Tak lama kemudian sepi.
….
7. Menciptakan humor.
Contoh:
"Dir, hubunganmu dengan Selfi katanya putus?" tanya Karyo, "Kenapa?"
"Iya, Yo," menjawab setelah menghentikan sodokan biliardnya, "Ortu gak setuju, beda agama."
"Nah, sebelumnya dengan Ema? Apa, dong alasannya?" kejar Bangkit.
"Kalau dengan Ema, Ayah yang tidak setuju karena beda status pendidikan."
"Yah, lama lagi dong mau nyusul aku, Bangkit, dan Zarkasih." Sambut Karyo.
Zarkasih menimpali, "Tenang, sekarang dia lagi dekat dengan Resti anak Pak Ujang, ya, kan?"
Dirman tertawa, karena merasa ketahuan juga dia sedang pedekate.
Lalu Bangkit berkata dengan datar, "Kayaknya kali ini juga gak bakal disetujui."
Semua menoleh seakan menunggu jawabannya, termasuk Dirman sendiri.
Karyo tidak sabar, "Memang kenapa?"
"Soalnya beda kelamin!" jawab Bangkit seperti berpidato. Sontak semua tertawa ngakak.
.....
8. Membuat pernyataan mengejutkan
Contoh:
"Tuhan, maafkanlah aku! Jika esok matahari masih terbit kembali, dan aku masih bisa menyaksikan, aku tidak akan jatuh cinta lagi. Biar orang bicara apa, masa bodoh!"
Bantal putih yang basah masih erat dipeluknya. Jam digital di dinding sudah menunjukkan angka 01.22. Malam itu terasa sepi. Samar terdengar suara denting mangkok pedagang.
"Maafkan, Ir ... Aku memang sudah beristri."
"Mengapa Aa tega membohongi?" air mata Irma mulai merembes di kedua bola matanya.
Peristiwa yang sebelumnya tidak disangka itu terjadi sore tadi saat Irma diajaknya makan di Beken Mirae Cempaka Putih.
.....
9. Membuka cerpen dengan adegan berbahaya atau menegangkan
Contoh:
Ujung jemari tangan kanannya memyisip pada celah batu yang sempit. Tangan kirinya menjadi penopang pada tonjolan batu yang ada di bawah tubuhnya. Sementara ujung sepatu kanan menekan pada batu kapur yang menjorok ke dalam membuat tulang keringnya harus berada pada lempeng batu runcing di sebelahnya. Arjun melihat pada sebuah tonjolan di bagian kiri Tebing Sanghiyang itu sambil memperkirakan kaki kirinya yang bergantung bebas dapat mendarat dengan sekali ayun. Jika tidak ... Arjun menoleh ke bawah. Bebatuan seakan siap meremukkan tubuhnya dari ketinggian tebing setara gedung sepuluh lantai. Sambil berpikir, ujung kaki kanannya sudah kehilangan tenaga untuk bertumpu, hingga bergetar hebat. Tangannya semakin berkeringat. Angin hanya sebentar saja berhembus seakan puas.
….
10. Membuka cerpen dengan sudut pandang orang pertama.
Contoh:
Aku adalah warga baru di Kampung Polongo. Sebuah dusun terpencil di Kabupaten Pandeglang. Sebenarnya keluargaku pengembara dari Madura. Ayah seorang tentara yang jadi babinsa di sana. Beliau datang membawa ibuku saat aku masih dalam kandungan. Aku terlahir memang tidak seperti umumnya orang lahir. Aku lahir sungsang di perkampungan yang teramat jauh dari medis sehingga Ibu wafat saat melahirkanku. Si samping itu, aku juga tunadaksa, kedua kakiku tumbuh tidak sempurna membuat aku harus beraktivitas dengan kursi roda. Aku terpaksa menceritakan hal ini setelah Bapak mendatangkan ibu baru dari Pemalang. Dari ibu baruku itu lahir dua orang adikku. Dua-duanya lelaki sehat dan tampan. sementara aku, seorang anak perempuan tunadaksa.
Begini ceritanya ....
11. Membuat gambaran cerita yang emosional
Contoh:
Jika Anda kebetulan berkendaraan di tol Jakarta-Cirebon, tentu Anda akan melewati batu yang tingginya sekitar 3 meter di sisi jalan. Batu itu dikenal dengan sebutan Batu Bleneng. Batu tersebut, menurut isu, sulit dipindahkan. Batu itu berada di Walahar, yaitu kampungku. Di batu itu aku menjumpai seorang anak sekitar 4 tahun. Anak tersebut tampak duduk termangu sambil melihat lalu lalang kendaraan tol. Rupanya anak tersebut sengaja ditinggalkan kedua orang tuanya. Menurut pengakuan anak itu, dia disuruh menunggu di sana bersama adiknya yang diduga berusia dua tahun. Namun adiknya tidak ada ditempat, kat
anya dibawa bapak-bapak yang turun dari mobil.
….
Jakarta, 8 Februari 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar